Halaman

Senin, 18 Juli 2016

Operasi Pencabutan Pen (April 2015)

Sebenernya ini udah lama banget mau gw lanjutin. Tapi berhubung penulis lagi ga mood, jadinya terbengkalai lagi deh. hehe.. Ya tapi akhirnya harus dilanjutin juga biar tau gimana nasib kaki gw yang sebelumnya berisikan pen (plate screw). Dan biar tulisan sebelumnya ngga menggantung begitu aja. Ternyata ini belum gw lanjut dan malah menulis cerita baru. haha.. Oke deh kalau gitu gw lanjut aja cerita pencabutan pen ini :D.

Saat itu sudah setahun gw pasang pen (lupa tepatnya kapan). Alhamdulillah setelah dipasang gw bisa jalan hanya sekitar 5 bulanan. Sebelumnya gw minta izin kantor dulu untuk melakukan operasi ini. Dikarenakan operasi pemasangan pen waktu itu memakan waktu 2 minggu, maka untuk pencabutan ini seharusnya cuma sebentar. Jadi gw cuma mengambil cuti selama 4 hari diselingi libur 2 hari sebelum dan sesudah, total 8 hari. Seperti pemasangan pun, proses administrasinya juga lumayan lama. Dari perizinan pihak Rumah Sakit ke pihak asuransi, sampai pemesanan kamar yang saat itu masih belum kosong. Karena untuk pencabutan ini gw mengambil yang kelas 3 aja, apabila kamar kelas 2nya penuh. Gw pun bolak balik kembali mengecek dan konfirmasi ketersediaan kamar yang kosong. Mungkin sekitar 2 hari gw bolak balik dan waktu libur gw pun terbuang.
Akhirnya dapat lah kamar kelas 3 dan gw ga perlu nginap sebelum operasi, tetapi gw datang ke rumah sakit pagi-pagi sekali, sekitar jam 06:00 sudah sampai disana. Seperti operasi pemasangan sebelumnya, gw pun disuruh puasa sebelum operasi dilakukan. Namun lupa pastinya jam berapa. Di rumah sakit, gw juga diambil darah sebelumnya dan dipasang infus oleh perawat. Sambil disuntik pun, perawat sembari berkata bahwa bulu tangan gw banyak banget (deziing !@#$%). Kalau ngga salah, sempat ganti tangan juga untuk infusan dikarenakan sulit untuk menemukan urat nadinya. Karena pemasangan sekarang menggunakan kamar kelas 3, memang agak berbeda dari kelas sebelumnya. Dan gw tetap ga tidur saat operasi berlangsung walaupun dikasih anastesi dan lain sebagainya. Mungkin operasi berjalan sekitar ±2jam.
Dibawa lah gw ke kamar pasien dan kembali melakukan aktivitas (sebagai pasien V^^). Sekalian dikasih bingkisan oleh perawat berupa pen (plat screw) yang pernah ditanam di kaki gw. Kali ini gw hanya menginap semalam, dikarenakan kata dokter gw sudah bisa pulang keesokan harinya. Tanpa perlu terapi jalan seperti sebelumnya, gw pun cepat menyesuaikan untuk tidak menggunakan tongkat. Memang awalnya gw sempat menggunakan tongkat untuk menjaga keseimbangan selama beberapa hari. Namun hanya sebentar dibanding waktu pemasangan dulu. Dan alhamdulillah sekarang sudah berjalan dengan normal.

Readmore »»

Setahun Mama Sakit

Hari ini, tepat satu tahun mama menjalani sakit stroke (Yang gw ketahui dari informasi mama). Saat itu, tepatnya 17 Juli 2015 mama mengalami badan kaku atau tidak bisa digerakkan bagian kanan. Diawali dari bangun tidur dengan duduk di kursi meja makan, mama Cuma duduk terdiam. Beberapa menit kemudian pindah ke wastafel dapur dan kembali dalam keadaan diam. Lalu tidak lama hanya duduk hingga tertidur di kursi dapur. Tanpa kita (anak-anaknya) sadari keadaan mama, kita hanya beraktifitas seperti biasa. Kebetulan saat itu gw sedang masuk shift malam hari pertama. Jadi cuma di rumah seharian di depan laptop sambil browsing dan menyelam di dunia maya. Saat itu kedua adik gw emang belum kerja dan kebetulan lagi lengkap di rumah juga.

Mama kembali berjalan ke kamar dalam keadaan normal untuk tidur, mungkin hanya mengantuk atau lelah. Hari semakin sore dan gw pun mandi sore. Lalu terdengar suara teriakan dan ketukan pintu kamar mandi. Karena gw menyalakan air keran, gw tidak mendengar jelas teriakan di luar. Hanya suara samar mama yang ingin menggunakan kamar mandi tersebut. Lalu gw pun cepat menyelesaikan mandi gw dan bergantian dengan mama. Begitu gw keluar, ternyata mama dipapah oleh adik gw yang pertama. Dikarenakan tubuhnya yang tidak kuat berjalan menggunakan kedua kakinya. Di kamar mandi mama begitu lama. Begitu gw lihat, ternyata mama dalam keadaan tertidur di kamar mandi. Lalu diangkat lah mama kembali ke kamar dan kembali tertidur. Kemudian mama memanggil dan berkata kalau anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan sebelah (kanan). Lalu, adik gw yang kedua mencoba mengecek tekanan darahnya. Berhubung dia pernah kerja di klinik jadi tau mengenai cek tensi. Setelah dicek, ternyata mama mengalami tekanan darah yang sangat tinggi untuk ukuran orang normal. Namun saat itu kita semua tidak sigap untuk membawa mama ke rumah sakit terdekat. Kita memberi kabar ke saudara terdekat. Malamnya gw tetap berangkat ke kantor. Saat itu kejadiannya dua hari setelah lebaran. Kantor pun sepi dan malamnya sedang melakukan cleaning alat. Yang kebetulan satu teman shift sebelumnya belum pulang, jadi ikut membantu membersihkan alat. Setelah dihubungi adik gw, tante menanyakan kartu BPJS untuk digunakan untuk perobatan. Yang alhamdulillah sudah gw buat secara online sekeluarga atas permintaan papa waktu itu, tetapi belum dicetak. Dengan pikiran yang campur aduk, saat melakukan cleaning di kantor pun gw selalu kepikiran keadaan di rumah. Lalu gw meminta izin untuk pulang lebih awal. Dan ketika sampai rumah, gw pun tertidur sebentar. Ketika terbangun, saudara sudah berkumpul untuk membantu membawa mama ke rumah sakit. Gw dan adik gw pun mencari rental untuk mengeprint kartu BPJS mama. Dan gw pun mencetak semuanya sekalian, tetapi kartu mama didahulukan karena mama sudah dibawa ke rumah sakit lebih dahulu. Sesampainya di rumah sakit, mama dibawa ke IGD untuk diberi pertolongan pertama. Mama diberi penanganan disitu hingga malam, dikarenakan tekanan darahnya masih terlalu tinggi untuk dibawa ke kamar pasien. Mama dirawat sekitar 3-4 hari di rumah sakit. Lalu dibolehkan pulang setelah itu, dikarenakan kondisinya sudah cukup membaik.

Readmore »»